Waktu pertama kali gue bilang ke keluarga kalau mau jalan-jalan sendirian ke Jawa Timur, reaksinya campur aduk. Ada yang bilang "bahaya, nanti kamu nyasar", ada juga yang nanya "emang kuat naik gunung sendirian?". Padahal rencana gue cuma naik kereta, nginep di hostel, terus keliling kota kecil. Nggak ada gunung, nggak ada hutan. Tapi begitulah, mitos soal liburan pertama kali memang kuat banget di kepala orang-orang yang belum pernah coba.
Nah, buat kamu yang baru mau mulai, artikel ini bakal bongkar beberapa mitos populer yang ternyata keliru. Bukan teori, ini berdasarkan pengalaman gue dan teman-teman yang juga pernah jadi pemula.
Mitos 1: "Liburan Sendiri Itu Kesepian Banget"
Ini mitos paling sering gue dengar. Kenyataannya, justru waktu jalan sendirian gue paling banyak ngobrol sama orang asing. Di hostel, di warung, bahkan di angkot. Orang lebih gampang nyapa kamu kalau kamu keliatan sendirian, entah itu nanya arah atau sekadar nimbrung makan bareng.
Waktu gue di Malang, gue kenalan sama tiga orang dari kota berbeda cuma gara-gara satu meja di kedai kopi. Kami akhirnya jalan bareng ke Batu keesokan harinya. Kalau gue berangkat sama rombongan yang udah akrab, belum tentu gue buka obrolan sama orang baru. Jadi ya, kesepian itu opsional, bukan bawaan.
"Jalan sendirian bukan berarti nggak punya teman. Kamu cuma belum ketemu mereka di jalan."
Mitos 2: "Harus Punya Budget Gede Buat Liburan Pertama"
Banyak pemula nunda keberangkatan karena ngerasa tabungannya belum cukup. Padahal liburan pertama itu nggak harus ke Bali atau Labuan Bajo. Kota terdekat dari rumah kamu juga bisa jadi latihan yang bagus.
Gue ingat trip pertama gue cuma modal Rp400 ribu buat dua hari di kota sebelah. Naik bus ekonomi, nginep di guesthouse murah, makan di warung. Totalnya nggak sampai sejuta. Yang penting bukan jauhnya, tapi pengalaman ngurus perjalanan sendiri dari awal sampai pulang. Sekali kamu berhasil, kepercayaan diri buat trip berikutnya langsung naik.
Coba mulai dari yang paling dekat
Kalau kamu tinggal di Jakarta, coba Bogor atau Bandung. Kalau di Surabaya, coba Malang atau Probolinggo. Jarak dekat bikin kamu bisa pulang kalau ada apa-apa, dan itu ngasih rasa aman buat pemula.
Mitos 3: "Semua Tempat Wisata di Indonesia Susah Diakses"
Ini juga keliru. Memang ada destinasi yang butuh perjuangan ekstra, tapi banyak banget tempat menarik yang aksesnya gampang. Kereta api sekarang nyambung hampir ke seluruh Jawa. Bus antarkota di Sumatra dan Sulawesi juga makin rapi. Bahkan di Nusa Tenggara, banyak titik yang bisa dijangkau tanpa sewa mobil.
Yang bikin susah biasanya bukan aksesnya, tapi riset yang kurang. Kalau kamu udah cek jadwal, tahu jam berangkat terakhir, dan simpan nomor kontak penginapan, perjalanan jadi jauh lebih mulus. Ini pengalaman pribadi gue waktu hampir kejebak di Banyuwangi karena nggak cek jadwal feri. Sejak itu gue selalu catat jadwal transportasi sebelum berangkat.
Mitos 4: "Perempuan Jalan Sendiri Itu Nggak Aman"
Mitos ini sering banget dilontarkan, terutama ke traveler perempuan. Faktanya, keamanan itu lebih soal kebiasaan dan kewaspadaan, bukan gender. Banyak perempuan yang rutin jalan sendirian di Indonesia dan baik-baik aja.
Tentu ada hal yang perlu diperhatikan, seperti nggak jalan tengah malam di tempat sepi, pilih penginapan yang reviewnya bagus, dan selalu kabari orang rumah soal lokasi. Tapi ini berlaku buat semua orang, bukan cuma perempuan. Yang penting adalah kamu tahu batas diri sendiri dan nggak memaksakan situasi yang bikin nggak nyaman.
Mitos 5: "Kalau Nggak ke Tempat Hits, Liburannya Nggak Seru"
Media sosial bikin kita ngerasa wajib mampir ke spot yang lagi viral. Padahal banyak tempat yang nggak masuk feed Instagram justru ngasih pengalaman paling berkesan. Gue pernah mampir ke pasar pagi di kota kecil, dan malah di situ gue nemu makanan paling enak sepanjang trip.
Jadi buat pemula, jangan terlalu terpaku sama daftar tempat hits. Coba sisihkan waktu buat jalan tanpa rencana, ngobrol sama warga lokal, atau duduk di taman kota. Kadang momen paling seru justru datang dari hal-hal yang nggak direncanakan.
Mulai aja dulu
Intinya, liburan pertama nggak perlu sempurna. Nggak perlu nunggu tabungan gede, nggak perlu nunggu ada teman, dan nggak perlu nunggu semua mitos itu hilang dari kepala kamu. Justru dengan berangkat, mitos-mitos itu akan runtuh sendiri. Gue dulu juga ragu, sekarang malah ketagihan.
Jadi, kapan kamu berangkat?